Program bersama Masyarakat
Unilever Indonesia aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah, sejak tahun 2001. Melalui program yang kemudian kami namakan Green and Clean, Unilever bekerjasama dengan Pemerintah dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat, mengajak masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia untuk mengelola sampahnya dari sumbernya, yaitu dari Rumah tangga. Kami berusaha mengoptimalkan pengumpulan sampah dengan melibatkan masyarakat. Target kami adalah meningkatkan aktivitas daur ulang, terutama limbah kemasan pasca konsumsi. Kami telah mengembangkan beberapa jenis program terkait pengumpulan sampah, seperti komunitas bank sampah, pengumpulan melalui beberapa jaringan di rumah-rumah penduduk dan toko-toko, dan program kerjasama dengan pemulung. Melalui program pengumpulan sampah ini, kami berhasil menciptakan sejumlah manfaat ekonomi. Kesuksesan dari program ini terlihat dari banyaknya jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, jumlah orang yang terlibat, dan jumlah sampah yang berhasil dijual.

Trashion
Trashion merupakan salah satu pemanfaatan lagi bagi sampah kemasan pasca konsumsi. Program ini telah digulirkan di 6 Kota dengan melibatkan 73 kelompok masyarakat, dan berhasil menciptakan tren produk daur ulang di masyarakat. Program ini secara tidak langsung turut meningkatkan kepedulian masyarakat akan pemanfaatan kembali produk kemasan dan peningkatan nilai.

Program Pengumpulan Sampah
Program Pengumpulan Sampah kami bertujuan untuk mengembangkan channel pengumpulan sampah pasca konsumsi sehingga lebih banyak sampah kemasan yang dapat digunakan atau didaur ulang kembali;

- Pendekatan edukasi pilah sampah dari sumbernya; Bank Sampah komunitas
– Pendampingan pengepul dan juga inisiasi Bank Sampah Sektoral & Bank Sampah Induk
– Berkolaborasi dengan para peneliti untuk mengeoksplorasi berbagai teknologi yang tepat untuk pemanfaatan kembali sampah

Unilever Indonesia melihat potensi pengembangan Bank Sampah, sehingga konsep ini terus dipelajari dan dikembangkan sejak tahun 2008. Sistem yang terstandarisasi dengan baik serta peran aktif masyarakat, bank sampah dapat membantu terbentuknya tatanan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik bagi masyarakat. Kami mempertajam model pengembangan Bank Sampah yang paling efektif sehingga mudah direplikasi, dan kemudian mendokumentasikannya. Sebuah buku tentang Sistem Bank Sampah, lengkap dengan studi kasus yang inspiratif dari sepuluh bank sampah kami yang paling sukses, telah kami luncurkan untuk dapat diakses masyarakat luas.

Melalui buku ini kami membagikan pengetahuan dan pengalaman kami dalam pengembangan fasilitas bank sampah, pengelolaan sampah sehari-hari secara sederhana, langkah-langkah membentuk bank sampah dimasyarakat, dan lain sebagainya. Kami berharap buku ini dapat menginspirasi masyarakat untuk berperan dan peduli dalam hal sampah di lingkungan mereka.

Di 2015, dengan berfokus pada peningkatan kapasitas baik kualitatif maupun kuantitatif, program Bank Sampah Unilever berbasis masyarakat telah tersebar di 17 kota besar, termasuk Medan, Jakarta, Bogor, Depok, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Maros, Manado, dan Raja Ampat

Melalui pendekatan tersebut, pada tahun 2015 kami telah berhasil mendirikan dan mengembangkan 1.258 bank sampah, dengan 55.558 anggota, 3.739 ton sampah anorganik terkumpul, dengan sampah yang terkumpul ini tidak hanya terbatas pada produk Unilever saja sebagai penanaman pemahaman bahwa setiap sampah masih memiliki nilai.

Selain dengan masyarakat penggiat Bank Sampah, Unilever juga menjalin kerjasama dengan jaringan pengepul dan industri daur ulang yang memegang peran penting dalam terlaksananya proses daur ulang dan keberlanjutan mata rantai nilai program Bank Sampah.

Melalui keseluruhan program berbasis masyarakat ini, kami mempelajari bahwa masyarakat dapat diajak aktif berpartisipasi memilah sampah dan menangai sampah dari sumber nya. Partisipasi para pihak merupakan kunci bagi keberhasilan. Edukasi perlu dilakukan terus-menerus mengingat laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan juga dinamisnya kegiatan yang ada di masyarakat, agar kebiasaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dapat senantiasa ditingkatkan.

Berbagai upaya kajian bersama berbagai lembaga seperti Indonesia Solid Waste Association (InSWA), Universitas Indonesia, dan Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) dilakukan untuk mempelajari lebih jauh mata rantai sampah serta mengevaluasi keefektifan program dari waktu ke waktu.

Keterangan Foto:
Menimbang Rupiah

Video:
Sistem Bank Sampah Unilever:
https://www.youtube.com/watch?v=UiaeA6ImYI4