Bertempat di Gedung D kantor Kemendikbud RI, tanggal 29 September 2015 lalu, diselenggarakan Konferensi Nasional Sekolah Aman hasil kerjasama Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) dengan APG (AADMER Partnership Group), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Agama, Humanitarian Forum Indonesia, UNESCO dan BPBD Provinsi DKI Jakarta. Konferensi nasional dua hari ini terdiri dari tiga bagian kegiatan, yaitu lokakarya mengenai sekolah aman, pameran pendidikan sekolah aman dan lomba cerdas cermat sekolah aman tingkat SD di DKI Jakarta.

Kegiatan lokakarya sekolah aman diisi oleh berbagai narasumber, salah satunya adalah Ibu Candy Sihombing – CSR Manager Trakindo. Ibu Candy menceritakan program kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan di 10 SDN binaan Trakindo sebagai pilot project. Program kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari Pilar Pendidikan dan Pilar Bantuan Kemanusiaan yang ada di Trakindo.

Pengetahuan mengenai bencana, risiko akibat bencana dan cara pencegahannya perlu disosialisasikan pada masyarakat Indonesia pada umumnya, termasuk guru dan siswa sebagai kelompok yang rentan terhadap bencana. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terburuk jika terjadi suatu bencana.

Trakindo melaksanakan program kesiapsiagaan bencana di sekolah-sekolah binaan yang bertujuan untuk:

  1. Membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana;
  2. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah;
  3. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah. ***