China Open Super Series Premiere (November 15–20, 2016).
Kejuaraan bulutangkis China Open Super Series Premier 2016 usai sudah di gelar. Kejuaraan yang menyediakan hadiah sebesar USD 700.000,- membawa Indonesia sebagai negara dengan perebut gelar terbanyak. Merah putih berhasil membawa pulang sebanyak dua gelar juara dari ganda putra dan ganda campuran. Sementara itu tuan rumah China gagal total. Sebenarnya China memiliki empat wakil di babak final. Namun tak satupun wakil China bisa merebut juara walau itu hanya satu gelar.

Gelar juara pertama bagi Indonesia direbut oleh pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Ganda peringkat tujuh dunia ini di babak final menghentikan ganda terbaik Eropa Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan 21-18, 22-20. Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menggenapi kejayaan Indonesia. Bertanding pada partai kelima, Tontowi/Liliyana membungkam harapan terakhir China Zhang Nan/Li Yinhui dengan 21-13, 22-24, 21-16.

Korea Selatan, India dan Denmark, saling berbagi satu gelar juara. Negeri ginseng, Korea Selatan membawa pulang gelar juara dari nomor ganda putri melalui Chang Ye Na/Lee So Hee yang menghentikan ganda China Huang Dongping/Li Yinhui dengan 13-21, 21-14, 21-17. India merebut gelar jura melalui Shindu Pusarla V yang mengalahkan tunggal China Sun Yu dengan 21-11, 17-21, 21-11. China tadinya berharap bisa mengamankan gelar juara melalui tunggal putranya Chen Long. Sayangnya pemain terbaik China ini malah kalah dari Jan O Jorgensen asal Denmark dengan 20-22, 13-21.

Hong Kong Open Super Series (November 22–27, 2016).
Peraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali berhasil menjadi juara. Setelah menjadi penghuni podium tertinggi di China Open Super Series Premier 2016, hari ini (27/11) pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini kembali menjadi juara.
Hong Kong Coliseum menjadi saksi bisu kedigdayaan mereka di lapangan. Berhadapan dengan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto di partai puncak, Owi/Butet berhasil keluar sebagai juara setelah mencatat skor 21-19 dan 21-17. Ini menjadi kemenangan keempat Owi/Butet atas peraih gelar All England 2016 ini.
“Pastinya luar biasa. Setelah kami mendapat medali emas Olimpiade, mungkin orang berpikir kami sudah santai-santai dan nggak mikir prestasi lagi. Tapi ternyata kami bisa membuktikan di China Open Super Series Premier dan di sini lanjut lagi menang di Super Series,” ujar Liliyana seperti dilansir oleh badmintondonesia.
“Kami cukup puas dengan hasil ini. Dan kami harap bisa terus berprestasi lagi kedepannya. Kami sangat bersyukur, permainan kami sama-sama bisa maksimal hari ini,” kata Tontowi menambahkan.
Di partai final mereka memang tampak dominan. Meski Jordan/Debby yang diunggulkan di tempat kedua sempat memaksa untuk bermain ketat, namun akhirnya Owi/Butet sanggup menuntaskan laga ini dalam 42 menit.
“Kami bermain tenang dan fokus satu demi satu poin. Komunikasi baik, saling mendukung. Kami punya kepercayaan diri setelah kemarin mendapat medali emas Olimpiade. Kami tinggal enjoy di lapangan dan menerapkan pola kami dengan baik,” pungkas Liliyana.

juara bersama