Semarang, 01 November 2017 – Setelah membangun Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, Bakti Budaya Djarum Foundation juga akan kembali membangun ruang publik lainnya yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia. Pembangunan ruang publik yang dinamakan Taman Indonesia Kaya ini akan bertempat di Taman Menteri Soepeno, Mugassari, Semarang.

Taman yang ada di jantung Kota Semarang ini banyak digunakan masyarakat sebagai tempat untuk sekedar bersantai sejenak melepas kepenatan dari rutinitas kerja sehari-hari. Pemanfaatan Taman Menteri Supeno ini akan menjadi taman budaya pertama di Jawa Tengah dengan konsep panggung outdoor sebagai wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni yang dapat dinikmati masyarakat Jawa Tengah secara gratis.

“Pembangunan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. Semoga kehadiran Taman Indonesia Kaya ini dapat menciptakan dan mengembangkan lebih banyak lagi seniman dan orang-orang kreatif di Jawa Tengah,” ujar Victor Rachmat Hartono, President Director Djarum Foundation.

Dalam acara ini diadakan penandatangan nota kesepahaman dan ground breaking resmi dimulai secara simbolis oleh Walikota Semarang, H. Hendrar Prihadi, SE. MM; bersama President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, yang didampingi Wakil Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu; dan Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian. Taman Indonesia Kaya ini akan dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang. Rencananya taman ini akan diresmikan bersamaan dengan ulang tahun Kota Semarang yang akan jatuh pada Mei 2018 yang akan datang.

“Kami menyambut ide dari Bakti Budaya Djarum Foundation yang ingin memanfaatkan Taman Menteri Supeno ini menjadi ruang publik berbasis budaya yang difungsikan untuk masyarakat. Kehadiran Taman Indonesia Kaya ini memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan. Ruang publik seperti ini dibutuhkan, terutama bagi seniman dan komunitas kreatif agar dapat menciptakan ide-ide baru. Kami sangat mendukung upaya apapun untuk mengembangkan seni budaya Jawa Tengah dan mendorong lebih banyak lagi orang-orang kreatif, khususnya generasi muda,” ujar H. Hendrar Prihadi, SE. MM, Walikota Semarang.

Taman seluas 5.000 meter persegi ini akan memiliki sebuah panggung outdoor yang dapat digunakan para seniman sebagai wadah menampilkan karya mereka. Masyarakat dapat menikmati beragam seni budaya dari para seniman, khususnya Jawa Tengah ini yang akan ditampilkan satu kali dalam setiap bulan.

“Taman Indonesia Kaya ini adalah panggung untuk para seniman dan pemberdayaan terhadap para pekerja seni dan memberikan tontonan positif yang dapat dinikmati oleh masyarakat Jawa Tengah. Pertunjukan yang akan ditampilkan terlebih dahulu akan melalui proses akurasi serta pengaturan jadwal pementasan yang ditangani langsung oleh tim internal kami. Konsep ini sebelumnya sudah kami lakukan di Jakarta melalui Galeri Indonesia Kaya yang menampilkan beragam seni pertunjukan dengan tema keIndonesiaan dan menjadi rumah bagi para seniman untuk berkarya. Kami menginspirasi para pekerja seni untuk mengeksplorasi kemampuan mereka agar dapat menampilkan seni budaya Indonesia dan memadukannya dengan konsep kekinian sehingga dapat diterima oleh seluruh masyarakat,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

***

Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 2.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011 melalui Galeri Batik Kudus. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.