Berlokasi di pabriknya yang terbaru di Tuban, Jawa Timur, PT Holcim Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pertemuan para anggota Indonesia CSR Society (ICSRS). Acara berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2015 lalu. Pertemuan ini merupakan acara rutin yang digelar ICSRS setiap dua bulan. Hingga saat ini ICSRS tercatat sudah melalukan pertemuan sebanyak sembilan kali, yang dihelat secara bergantian oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam forum CSR ini.

Pertemuan kali ini dibuka dengan presentasi Lilik Unggul Raharjo yang memaparkan profil PT Holcim Indonesia. Director of CEO and Advisor for CEO PT Holcim Indonesia ini antara lain menjelaskan sejarah PT Holcim Indonesia, kiprah bisnisnya dan program apa saja yang dirancang dan sudah dilakukan oleh produsen semen kelas dunia ini terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan.

Secara garis besar, Lilik memaparkan bahwa di setiap lokasi operasinya, PT Holcim Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menerapkan yang ia sebut Manufacturing Excellence”sebuah praktik manufaktur yang tidak hanya mengutamakan efisiensi kegiatan produksi dan bisnis belaka, namun juga memerhatikan hal-hal lain seperti pelestarian lingkungan, penciptaan nilai dan kemitraan yang ideal dengan komunitas sosial di sekitarnya. Lilik menyebut antara lain program-program seperti beasiswa, budidaya pertanian, micro-finance, peternakan, pengadaan air bersih, penanaman pohon, pengolahan limbah, pemanfaatan biomass dan lain-lain.

Dalam bidang pendidikan, misalnya, PT Holcim Indonesia menyelenggarakan vocational program setingkat Diploma III, bekerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta. Kendati sebagian besar lulusannya diserap oleh Holcim namun para sarjana muda program ini ternyata juga diminati oleh perusahaan-perusahaan lain.

Komitmen PT Holcim Indonesia lainnya dalam bidang SDM adalah menyerap tenaga kerja lokal di sekitar pabrik barunya di Tuban. Sebesar 65 persen SDM yang bekerja di pabrik Tuban berasal dari warga Tuban. Lilik menyebutkan, pendidikan untuk tenaga kerja lokal ini sudah dilakukan sejak tahun 2007, tiga tahun sebelum dilakukan groundbreaking ceremony pabrik di Tuban pada 2010.

Melengkapi paparan Lilik Unggul Raharjo, General Manager PT Holcim Indonesia, Sidik Darusulistyo, juga menyampaikan presentasi lebih rinci mengenai berbagai program CSR PT Holcim Indonesia, terutama yang dilakukan di area seputar Tuban.

Pada kesempatan pertemuan ini, Didik Kuntadi, mewakili ICSRS, juga menyampaikan sambutan. Didik menjelaskan secara ringkas tentang apa itu Indonesia CSR Society serta visi dan misi yang diemban oleh forum ini. Dipaparkan pula rencana ICSRS untuk menyelenggarakan peluncuran organisasi ini pada Agustus 2015 mendatang.

Menyusul paparan Didik Kuntadi, perwakilan dari perusahaan-perusahaan anggota ICSRS juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan program CSR mereka masing-masing. Hadir dan menyampaikan ilustrasi programnya pada pertemuan ke-9 ini antara lain perwakilan dari Japfa Comfeed, Freeport, Antam, Jakarta Post, Indonesia CSR, Djarum Foundation, Jakarta Baru, Trakindo, Kompas, Unilever, Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik.

Untuk menandai bergabungnya PT Holcim Indonesia sebagai anggota ICSRS, dilakukan pula seremoni penyematan pin. M. Gunawan Alif dari Universitas Indonesia mewakili ICSRS didaulat untuk menyematkan pin kepada Lilik Unggul Raharjo yang mewakili PT Holcim Indonesia.

Acara presentasi dan diskusi kemudian ditutup oleh M. Gunawan Alif yang memaparkan makna CSR. Menurut Gunawan, CSR yang aslinya berasal dari bahasa Inggris, Corporate Social Responsibility, perlu dibuat lebih membumi dengan mengadopsi pemaknaan yang berasal dari kultur dan bahasa lokal sehingga menjadi Cagak Sawita Rupa. Cagak artinya pilar, Sawita adalah pengabdian, sedangkan  Rupa adalah aneka ragam. Dengan demikian, Cagak Sawita Rupa maknanya adalah pilar beragam pengabdian.

Puncak dari seluruh rangkaian acara pertemuan ICSRS ke-9 kali ini adalah tur seluruh hadirin ke area pabrik dan kunjungan ke lokasi-lokasi program CSR PT Holcim Indonesia. Sesudah berkeliling ke seluruh areal pabrik, pertama-tama rombongan mengunjungi lokasi peternakan sapi yang dikelola oleh warga lokal yang dibina oleh PT Holcim Indonesia. Masih terkait dengan peternakan tersebut, warga lokal juga dibina untuk memproduksi sendiri pakan sapi berkualitas unggul. Lokasi produksi pakan sapi ini berada tak jauh dari kandang peternakan sapi. Di lokasi ini, para peserta pertemuan mendapatkan kesempatan untuk berbincang panjang-lebar dengan para peternak dan pembuat pakan.

Lokasi ketiga yang dikunjungi adalah kebun budidaya sayuran organik yang dikelola oleh warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Di bawah bimbingan PT Holcim Indonesia, sayuran organik produksi warga desa ini bukan sekadar terserap pasar namun juga mampu menembus pemasaran melalui jaringan supermarket terkemuka.

Lokasi keempat adalah kelompok pengolahan ikan yang berada di Desa Glondonggede. Aneka jenis makanan sehat dengan bahan utama hasil perikanan diproduksi oleh mitra binaan PT Holcim Indonesia ini. Seluruh makanan yang diproduksi di sini juga mengutamakan kesehatan, tanpa tambahan bahan pengawet dan bebas zat kimia.

Sedangkan lokasi terakhir yang dikunjungi rombongan adalah Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM) yang berada tak jauh dari areal pabrik. Melalui program CSR, di sini warga lokal dibimbing untuk mengelola berbagai macam usaha, salah satunya adalah koperasi. Di lokasi PKM ini seluruh peserta rombongan juga mendapatkan kesempatan leluasa untuk berdiskusi dengan warga yang telah merasakan manfaat program CSR PT Holcim Indonesia. ***(Sigit)