djarum all england

Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akhirnya berhasil menjadi juara All England Superseries Premier 2017. Bertanding menghadapi pasangan dari Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen pada babak final hari ini (12/3), ganda Indonesia bisa menang hanya dalam dua game dengan 21-19, 21-14.

Babak final nomor ganda putra pada kejuaran bulutangkis All England Superseries Premier 2017 sangat menarik untuk di saksikan. Kedua pasangan yang bermain memiliki kemampuan yang setara. Pasangan Indonesia berinisiatif menyerang dan memainkan bola no lob dengan cepat pada game pertama. Rupanya pasangan China terbawa dengan gaya yang dimainkan pasangan Indonesia. Sejak bola bergulir, ganda Indonesia selalu berada dalam posisi terdepan dalam perolehan angka. Setelah angka sama 14-14, ganda Indonesia melesat 20-18. Sayang, flick service Kevin dinyatakan fault oleh hakim servis dan membuat keadaan genting 20-19. Tetapi akhirnya Marcus bisa menutup game pertama dengan return servicenya yang tidak bisa di kembalikan lawan. Ganda Indonesia pun menang 21-19

Serangan ganda Indonesia di game kedua tidak berubah. Ganda Indonesia tetap konsisten dengan serangan-serangan yang cepat. Ganda China menjadi semakin tertekan dan tidak bisa lagi mengimbangi permainan ganda Indonesia. Setelah interval 11-7, ganda Indonesia terus memimpin sampai 20-12. Dua angka harus di berikan untuk lawan, karena ganda Indonesia seperti terburu-buru untuk mematikan lawan hingga angka berbuah 20-14. Baik Kevin maupun Marcus bisa menyadari akan hal ini dan bermain lebih sabar. Satu angka terkahir akhirnya bisa direbut setelah serangan ganda Indonesia tidak bisa di kembalikan lawan. Ganda Indonesiapun menutup pertandingan game kedua dengan 21-14.

“Senang sekali bisa bermain di sini. Ini adalah turnamen tertua dan salah satu impian saya untuk bisa menjadi juara,” ujar Kevin.

“Suporter Indonesia disini Luar biasa. Rasanya seperti bermain di negeri sendiri. Terimakasih,” sambung Kevin.

Keberhasilan Kevin/Marcus menjadi juara meneruskan apa yang telah di torehkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada tahun 2014.