Program penanaman pohon Trembesi merupakan satu inisiatif yang digagas Djarum Foundation melalui program Djarum Trees For Life (DTFL). Program ini diawali dengan penanaman pohon Trembesi di sepanjang 1.350 kilometer Pantai Utara Jawa (Pantura), yang dimulai sejak tahun 2010 hingga akhir tahun 2015. Sebanyak 41.758 pohon Trembesi telah tumbuh dan terawat dengan baik di jalur ini, mulai dari Merak di Provinsi Banten hingga Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur. Dalam beberapa tahun mendatang, kelak seluruh rangkaian pohon ini mampu menyerap 1 juta ton gas CO2 setiap tahunnya.

Inisiatif tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian, tanggung jawab serta komitmen Djarum Foundation terhadap lingkungan guna mengurangi efek pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang bersahabat bagi Indonesia di masa depan.

Dirintis dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini Djarum Trees For Life telah menghijaukan sebagian dari pulau Jawa dengan menanam lebih dari dua juta bibit sejak tahun 1979. Setelah berhasil menanam dan terus merawat pohon Trembesi di sepanjang Pantai Utara Jawa, sejak awal tahun 2016 ini, inisiatif penanaman dilanjutkan dengan menanam pohon Trembesi di sepanjang 296 kilometer lingkar Pulau Madura.

Seremoni penanaman di Kabupaten Pamekasan dilaksanakan pada 1 Juni 2016, dihadiri oleh Drs. H. Achmad Syafii Yasin, M.Si. selaku Bupati Pamekasan dan Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili Yasin. Tak ketinggalaan artis papan atas Fatin Shidqia dan Indah Nevertari juga turut meramaikan acara.

“Aku sangat mendukung sekali untuk program penanaman pohon Trembesi, karena fungsinya sangat dibutuhkan untuk zaman yang makin modern saat ini, dimana udara makin hari makin tercemar. Kalau tidak ada yang banyak menyerap karbondioksida, mungkin dampaknya akan sangat besar sekali terhadap kualitas udara,” ungkap Fatin.

“Indah seneng sekali bisa ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon Trembesi, karena banyak sekali manfaatnya selain menyerap lebih banyak karbondioksida dan juga sebagai pohon peneduh yang sangat baik untuk penghijauan,” imbuh Indah Nevertari.

Penanaman pohon Trembesi di Pulau Madura dimulai sejak awal tahun 2016. Dimulai dari Kabupaten Bangkalan, saat ini penanaman telah memasuki Kabupeten Pamekasan. Hingga kini, sudah 4,750 pohon Trembesi yang tertanam dan siap meneduhkan jalur yang gersang ini.

Sampai akhir tahun 2017 nanti, penanaman akan melalui Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, dan kembali berakhir di Kabupaten Bangkalan. Sejumlah 20.000 pohon Trembesi akan tertanam di sepanjang 296 kilometer lingkar Pulau Madura.

Kelak, seluruh pohon Trembesi ini mampu menyerap lebih dari 500 ton gas CO2 setiap tahunnya.

Jalur lingkar Pulau Madura ini dipilih karena memiliki karakteristik yang sama dengan jalur Pantai Utara Jawa, yaitu tanah yang gersang, udara panas serta tingkat polusi yang tinggi. Hal inilah yang menjadi faktor utama penanaman pohon Trembesi dilakukan di sepanjang jalur ini. Tidak hanya melakukan penanaman, Djarum Trees For Life juga melakukan perawatan selama 3 tahun lamanya terhadap seluruh pohon Trembesi yang sudah tertanam.

Pohon Trembesi yang ditanam dan dirawat oleh Djarum Trees For Life di sepanjang jalur ini, nantinya diharapkan akan mampu menjadikan jalur lingkar Pulau Madura teduh sekaligus berfungsi menyerap 500 ribu gas CO2 setiap tahunnya.

Jenis tanaman Trembesi dipilih karena, tanaman yang dikenal dengan nama Ki Hujan atau Rain Tree ini adalah pohon berkanopi seperti payung yang memiliki ukuran daun tak lebih dari ukuran koin Rp 100, namun paling unggul dalam menyerap gas CO2.

Seperti yang dikemukakan oleh  Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan, Pakar Trembesi dari Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, pohon Trembesi merupakan suatu terobosan mengatasi pemanasan global karena memiliki daya serap gas CO2 yang sangat tinggi. “Dengan diameter tajuk sepanjang 15 meter, satu batang pohon
Trembesi mampu menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahunnya,” ujar Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan.

Trembesi  yang ditanam pada program ini diambil dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) yang didirikan dan dikelola oleh Djarum Foundation sejak tahun 1979. Berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beragam tanaman langka dari berbagai negara di 5 benua dibudidayakan di sini. Tidak hanya itu, pusat pembibitan ini juga melakukan pembibitan untuk tanaman  konservasi baik buah maupun non buah seperti Trembesi, Kenari, Mahoni, Asem, dan Randualas.

Kurang lebih 100.000 bibit diproduksi oleh PPT Djarum Foundation setiap tahunnya. Djarum Trees For Life tidak akan berhenti menjaga komitmen ini, demi terwujudnya negeri nyaman dan lestari serta kualitas hidup yang lebih baik, untuk kita dan anak cucu nanti. (*)