Komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menjaga supremasi bulutangkis Indonesia di forum internasional tak perlu diragukan lagi. Demi memertahankan reputasi Merah-Putih sebagai kiblat perbulutangkisan dunia, berbagai upaya dilakukan agar sumber bibit pemain potensial terus mengalir deras dan api semangat pembinaan bulutangkis tetap menyala di berbagai pelosok penjuru Tanah Air.

Demi menjaga prestasi bulutangkis Indonesia itulah, Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar Djarum Coaching Clinic 2016. Kegiatan ini melibatkan legenda dan pelatih PB Djarum, yaitu Christian Hadinata, Lius Pongoh, Boby Ertanto, Denny Kartono, Simbarsono, Sigit Budiarto, Ronald Sandhuan, Maria Kristin dan Nurbeta Kwanrico sebagai mentor dan akan berlangsung, Jumat dan Sabtu, 1-2 April 2016 di GOR Tawangalun, Banyuwangi dengan diikuti oleh 75 pelatih serta lebih dari 200 atlet U-10 sampai U-15 yang berasal dari klub-klub dan PB bulutangkis dari wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo.

Djarum Coaching Clinic ini juga sekaligus sebagai ajang sosialisasi Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Seperti tahun lalu, audisi umum ini juga akan berlangsung di sembilan kota. Yaitu di Palembang, Balikpapan, Makassar, Bandung, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, banyak anak-anak muda di Tanah Blambangan itu yang serius berlatih bulutangkis dan mengikuti kompetisi. Selain itu, di kawasan kota ujung Timur Pulau Jawa dan Kabupaten Situbondo tersebut, banyak terdapat klub-klub bulutangkis.

“Djarum Coaching Clinic 2016 ini dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis antara atlet, pelatih, dan Legenda PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda bulutangkis yang ada di wilayah Banyuwangi dan Situbondo. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas ketrampilan para insan bulutangkis yang ada di sini,” tutur Yoppy Rosimin.

Kegiatan kepelatihan ini akan terbagi dalam tiga sesi. Yaitu khusus pelatih, pemain usia 10-12 tahun, dan pemain usia 13-15 tahun. Sebelumnya, klinik kepelatihan serupa pernah berlangsung di Palembang, Makassar, Manado Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Cirebon, Magelang dan Bogor.

“Dengan adanya Djarum Coaching Clinic ini diharapkan dapat memotivasi para pebulutangkis muda di wilayah Banyuwangi untuk terus bersemangat menekuni karier agar kelak mampu mengukir prestasi di cabang olahraga tepok bulu,” tambah Yoppy.

Alvent Yulianto dan Kevin Sanjaya Sukamulja adalah pemain kelahiran Banyuwangi yang tercatat sebagai anggota pelatnas serta menorehkan prestasi untuk bulutangkis Indonesia. Sejumlah prestasi yang diraih Alvent Yulianto yaitu Korea Terbuka 2004, Juara Indonesia Terbuka 2004, Juara Singapura Terbuka 2004 dan Juara Muangthai Terbuka 2004. Begitu pula sejumlah prestasi yang diraih Kevin Sanjaya Sukamulja yang merupakan atlet dari PB Djarum, yakni Juara Malaysia Masters Grand Prix Gold 2016, Juara Chinese Taipei Grand Prix 2015, Juara Bulgarian International Challenge 2014.

Dengan adanya kegiatan coaching clinic usia 10 – 12 tahun dan usia 13 – 15 tahun di GOR Tawangalun Banyuwangi ini, sangat diharapkan mampu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi anak-anak itu untuk tumbuh dan berkembang mencari jejak para seniornya tersebut, yaitu berprestasi menjadi juara, baik di level nasional maupun dunia. Begitupun dengan terselenggaranya coaching clinic untuk pelatih, sangat diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna untuk peningkatan dan pengembangan kepelatihan. Di dalam program coaching clinic ini diajarkan berbagai macam teknik dan cara kepelatihan yang benar. Diharapkan dengan sharing tentang pengetahuan dasar melatih ini akan menambah semangat para pelatih daerah untuk serius mendidik atlet-atlet bulutangkis dan niscaya mampu melahirkan bibit-bibit juara dari klub atau Pusat Pembinaan Bulutangkis yang diasuhnya. (*)